Faktara.my.id | Bogor – Curah hujan tinggi yang melanda kawasan Bogor hari ini kembali menelan korban. Seorang pengendara motor terjatuh dan mengalami luka-luka saat melintasi jembatan di jalur alternatif Jogjogan-Cisarua menuju curug cilember, bogor. Minggu, (03/04/2026).
Kejadian ini bukanlah yang pertama, dan masyarakat dengan tegas menyatakan: ini adalah bencana yang disengaja karena kelalaian pemerintah desa dan daerah.
Jembatan yang menjadi penghubung penting ini dibangun hanya dengan menggunakan plat baja polos, tanpa proses pengecoran maupun pemberian lapisan aspal sedikitpun. Saat hujan turun, permukaannya menjadi sangat licin bagaikan es. Tidak ada tekstur pengaman, hanya lembaran besi yang berbahaya yang dipaksakan sebagai infrastruktur publik.
“Sudah puluhan orang jatuh di sini. Yang terakhir bahkan kakinya hampir putus karena tergelincir dan terbentur struktur besi,” ungkap Pak Surya, warga setempat yang telah menyaksikan berbagai peristiwa nahas. (03/04)
“Kami sudah lapor berkali-kali, tapi tidak ada tanggapan nyata. Seolah-olah nyawa kami tidak berharga!” tegasnya.
Kritikan tajam pun dilontarkan ke pihak berwenang. Bagaimana mungkin infrastruktur yang digunakan oleh ratusan orang setiap hari dibangun dengan standar seburuk ini? Apakah anggaran yang seharusnya dialokasikan untuk perbaikan justru disalurkan ke tempat lain? Pemerintah desa dan dinas terkait dinilai abai, bahkan seolah membiarkan jembatan ini tetap menjadi jebakan maut.
Masyarakat menuntut dengan keras:
- Segera tutup akses jika belum siap diperbaiki untuk mencegah korban tambahan
- Lakukan perombakan total dengan membangun permukaan yang aman, dicor dan diaspal sesuai standar keamanan jalan
- Berikan pertanggungjawaban atas kelalaian yang telah menimbulkan banyak penderitaan
- Buat pengawasan ketat agar proyek infrastruktur tidak lagi dikerjakan dengan kualitas seadanya
“Kami tidak meminta kemewahan, hanya jalan yang layak untuk selamat sampai tujuan,” tegas perwakilan warga.
“Jika sampai ada korban jiwa lagi, pemerintahlah yang harus bertanggung jawab penuh di hadapan hukum dan rakyat!”
Kejadian ini kembali membuktikan bahwa masih banyak infrastruktur di daerah yang dibangun tanpa memperhatikan aspek keamanan dan kualitas. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak pemerintah desa maupun instansi terkait.[]
(Tim/Red)
