Faktara.my.id | Jakarta – Penyanyi Amerika Serikat Katy Perry mengecam penggunaan lagunya, Firework, sebagai musik latar video serangan militer yang diunggah akun resmi TikTok Gedung Putih. Perry menegaskan musiknya dibuat untuk menyatukan orang, bukan merayakan peperangan.
“Musik saya bertujuan untuk menyatukan orang, bukan merayakan peperangan,” kata Katty Perry dalam siaran The Hollywood Reporter pada Sabtu (25/7) waktu setempat.
Katy Perry mengaku terkejut dan geram setelah akun resmi @WhiteHouse menggunakan lagu Firework sebagai musik latar video serangan militer.
“Saya tidak menyetujui ini, saya tidak diminta, dan saya sama sekali tidak membenarkannya,” ucap dia lewat akun X pada Sabtu pagi.
Akun resmi @WhiteHouse mengunggah video yang memadukan lagu Firework dengan cuplikan ledakan bom dan menyertakan keterangan, “Iran telah diperingatkan.” Video tersebut menggunakan penggalan lirik ikonik “boom, boom, boom” dari album Teenage Dream sebagai musik latar.
Katy Perry menyayangkan penggunaan lagunya dan menegaskan Firework ditulis untuk menghadirkan harapan, penyembuhan, serta kekuatan bagi mereka yang sedang menghadapi masa-masa sulit.
Katy Perry menilai penggunaan pesan tentang harga diri dan penguatan diri untuk mengiringi kehancuran serta kekerasan telah menyimpang dari makna asli lagu Firework. Ia pun bergabung dengan sejumlah musisi, seperti Ariana Grande, Sabrina Carpenter, Olivia Rodrigo, Celine Dion, dan Kenny Loggins, yang sebelumnya mengecam penggunaan karya mereka dalam video politik pemerintahan Trump.
