Faktara.my.id | Kepulauan Seribu – Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Kabupaten Kepulauan Seribu menggelar pelatihan pengelolaan budidaya perikanan ramah lingkungan dan Keramba Jaring Apung (KJA) di Pulau Pramuka. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas pembudidaya sekaligus mendorong pengembangan wisata budidaya sebagai sumber pendapatan baru.
Sebanyak 50 pembudidaya ikan dan pelaku usaha ikan hias mengikuti pelatihan tersebut. Selain itu, mereka juga mempelajari budidaya ramah lingkungan dan konsep eduwisata berbasis keramba jaring apung.
Kepala Seksi Kelautan Sudin KPKP Kepulauan Seribu, Gama Eka Anantha, mengatakan pelatihan tersebut mendorong pembudidaya mengembangkan usaha yang berkelanjutan sekaligus memberikan nilai tambah melalui sektor pariwisata.
“Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya peningkatan kapasitas pembudidaya perikanan di Kepulauan Seribu agar mampu mengembangkan usaha yang berkelanjutan sekaligus memiliki nilai tambah melalui sektor pariwisata,” kata Kepala Seksi Kelautan Sudin KPKP Kepulauan Seribu Gama Eka Anantha di Jakarta, Rabu.
Keramba Tak Hanya untuk Produksi Ikan
Gama menjelaskan, pembudidaya dapat memanfaatkan keramba jaring apung tidak hanya untuk memproduksi ikan, tetapi juga sebagai lokasi wisata edukasi maupun pemancingan. Menurutnya, kolaborasi dengan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), agen perjalanan, dan pemerintah daerah akan memperkuat pengembangan wisata budidaya di Kepulauan Seribu.
Selain pelatihan, Sudin KPKP juga menyalurkan bantuan sarana budidaya berupa pakan ikan laut, serokan ikan, tabung oksigen, pompa dorong, dan freezer kepada 39 pembudidaya untuk meningkatkan produktivitas usaha.
(Rls/Red)
