Faktara.my.id | Semarang – Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Teknik Lingkungan UIN Walisongo Semarang menggelar Seminar Nasional Explore Expert bertajuk “Transisi Energi Bersih: Peluang Hidrogen Hijau untuk Masa Depan Berkelanjutan” pada Rabu (13/5/2026) di Teater Rektorat Gedung Kyai Shaleh Darat, Kampus 3 UIN Walisongo Semarang.
Acara Seminar Nasional dimulai pada pukul 08.00–12.00 WIB. Acara ini sukses diselenggarakan atas dukungan PT PLN Nusantara Power Indonesia dan dihadiri lebih dari 200 mahasiswa Teknik Lingkungan serta mahasiswa dari berbagai program studi lain di lingkungan UIN Walisongo Semarang. Seminar ini menjadi ruang akademik untuk memperluas wawasan mahasiswa mengenai arah transisi energi bersih, sekaligus memperkenalkan potensi hidrogen hijau sebagai salah satu solusi energi masa depan yang berkelanjutan.

Panitia Seminar Nasional kali ini menghadirkan dua narasumber dari PT PLN Nusantara Power, yakni Suhardiman Nur Kholiq, ST., selaku Technology Development PT PLN Nusantara Power Indonesia, dan Diken Yus Damara, ST., M.Sc., selaku Strategic Portofolio Management PLN Persero Indonesia. Pada hari ini kedua pemateri ini sama sama membahas tentang Bagaimana Supaya ketergantungan kita terhadap energi fosil digantikan dengan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.
“Hidrogen hijau bukan sekadar soal teknologi energi dan inovasi, tetapi ini tentang bagaimana orang-orang mulai menyadari bahwa masa depan planet kita harus dilindungi melalui energi yang bersih, ramah lingkungan, serta berkelanjutan. Kemajuan sejati bukan hanya soal menghasilkan listrik dalam jumlah besar, tetapi juga soal mengurangi jejak karbon demi generasi mendatang,” ujar Suhardiman.
Materi kedua di sampaikan oleh Bapak Diken Yus Damara dari PT PLN (Persero). Dalam Seminar ini beliau menyampaikan bahwa “Bumi telah menyediakan sumber daya yang melimpah bagi kehidupan manusia. Namun keberlanjutan masa depan tidak hanya ditentukan oleh seberapa besar energi yang kita gunakan, melainkan oleh bagaimana kita mengelolanya dengan bijaksana. Ketika energi lama perlahan terbatas, manusia dituntut untuk menghadirkan solusi baru yang lebih bersih dan berkelanjutan. Hidrogen hijau menjadi salah satu simbol harapan tersebut bahwa kemajuan teknologi dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga alam, demi keberlangsungan kehidupan generasi hari ini dan generasi yang akan datang.”
Seminar ini juga dihadiri sejumlah tamu undangan universitas dan fakultas, di antaranya Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Dr. Hj. Ummul Baroroh M.Ag., Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Prof. Dr. H. Fatah Syukur M.Ag., serta Kaprodi Teknik Lingkungan, Noor Amalia Chusna ST., M.Ling.
“Seminar ini menjadi momentum yang sangat penting bagi kita semua untuk menumbuhkan kesadaran bahwa energi merupakan kebutuhan utama dalam kehidupan manusia. Sumber energi yang selama ini kita gunakan tidak akan selamanya tersedia, sehingga kita dituntut untuk mempersiapkan dan mengembangkan energi baru yang lebih berkelanjutan bagi masa depan,” ujar Wakil Rektor 3.

Melalui tema yang diangkat, seminar ini menegaskan bahwa isu transisi energi bukan sekadar agenda teknologi, melainkan juga agenda peradaban. Hidrogen hijau dipandang sebagai salah satu kandidat energi bersih yang memiliki prospek besar untuk mendukung dekarbonisasi, memperkuat ketahanan energi, dan menjawab kebutuhan masa depan yang lebih ramah lingkungan.
Maka kita sebagai Teknik Lingkungan mengadakan Forum guna menjawab persoalan terkait energi bersih, agar kita sebagai generasi muda dapat andil dalam menjaga energi bersih dan terbarukan.[]
Sumber: M. Romizan Khoir
(Red)
