Faktara.my.id | Jakarta – Kondisi memprihatinkan terlihat pada bangunan bekas Rumah Dinas Guru yang terletak tepat di depan SMPN 194 dan SDN 05 Duren Sawit, Jakarta Timur. Bangunan yang seharusnya menjadi fasilitas pendidikan tersebut kini dibiarkan terbengkalai, hancur, dan diduga beralih fungsi menjadi tempat aktivitas negatif. Selasa, (19/05/2026).
Berdasarkan penelusuran Tim Awak Media Faktara dan Masyarakat setempat di lokasi, ditemukan berbagai bukti yang mengindikasikan adanya penyalahgunaan obat-obatan terlarang, narkotika tembakau dan aktivitas perjudian di area bangunan kosong tersebut.
Beberapa temuan mencolok di antaranya:
- Obat Keras Golongan G: Ditemukan ceceran bungkus bekas obat-obatan yang masuk dalam daftar obat keras golongan G jenis Tramadol.
- Narkotika Golongan 1: Ditemukan sisa-sisa tembakau sintetis (sinte) yang masuk dalam kategori narkotika golongan 1.
- Alat Perjudian & Sampah: Berserakan kartu remi, bungkus rokok, sachet minuman, hingga sachet kecap di atas lantai yang kotor dan dipenuhi puing bangunan.

Wacana RPTRA yang Tak Kunjung Terealisasi
Menurut informasi yang dihimpun, warga setempat sebelumnya sempat mendengar rencana pemerintah untuk menyulap lahan terbengkalai tersebut menjadi Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA). Kehadiran RPTRA diharapkan dapat memberikan manfaat positif bagi siswa sekolah di sekitar dan warga sekitar.
Namun, kenyataan di lapangan berkata lain. Hingga saat ini, belum ada tanda-tanda pembangunan atau renovasi.
Lokasi tersebut justru semakin kumuh dan meresahkan karena lokasinya yang sangat dekat dengan lingkungan sekolah (SMPN 194 dan SDN 05).
Keresahan Warga Masyarakat setempat dan Lingkungan Sekolah
Keberadaan “rumah hantu” yang menjadi sarang penyalahgunaan narkoba ini menimbulkan kekhawatiran besar. Mengingat letaknya yang persis di depan sekolah, dikhawatirkan aktivitas di bangunan tersebut dapat memberikan pengaruh buruk bagi keamanan dan moral para siswa.
“Pokoknya kalopun ada rencana pembangunan apapun, semoga lekas terlaksana. Daripada dibiarin jadi rumah kosong begini, serem.” ungkap warga setempat kepada awak media, (19/05).
“Ngeri mas, kalo malem suka banyak orang-orang gajelas pada masuk kesitu. Entah mereka pada ngapain. Kadang ada ceweknya juga.” jelas warga lainnya.

Warga dan pihak terkait berharap pemerintah setempat baik kelurahan maupun Dinas Pendidikan, segera mengambil langkah tegas untuk membersihkan lokasi tersebut atau segera merealisasikan rencana pembangunan taman agar tidak lagi disalahgunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan ataupun klarifikasi dari pihak-pihak yang bertanggung jawab atas bangunan tersebut.
(Tim/Red)
Wartawan yang meliput:
– Ahmad Nur Aji
– Muhammad Lukman
– Agus Apriansyah
– Farid Anwar
