Faktara.my.id | Jakarta – Kabar miring kini kembali menipa selebgram Lisa Mariana, kali ini selebgram bernama asli Lisa Mariana Presley Zulkandar tersebut disebut-sebut terlibat perselisihan dengan model Dewi Wulan Sari, Jumat, (17/7/2026).
Konflik keduanya pun kini tak hanya sebatas aksi saling sindir di media sosial.
Bahkan Dewi Wulan telah melaporkan Lisa Mariana atas dugaan penipuan ke Polres Jakarta Timur sejak pertengahan tahun 2025 lalu.
Saat melayangkan laporan itu, Dewi Wulan mengaku mengalami kerugian mencapai belasan juta buntut ulah Lisa Mariana.
Hal itu meliputi transaksi jual beli baju piyama online yang dijual oleh Lisa hingga soal endorse.
Dalam dunia pemasaran digital alias online, endorse berarti kerjasama promosi antara brand dengan individu berpengaruh seperti selebriti, influencer, hingga tokoh publik.
Lisa Mariana yang juga membuka jasa endorse pun diduga melanggar kesepakatan yang telah dibuat sebelumnya.
“Modus, jualan piyama, barangnya tidak dikirim, utang tidak dibayar, lebih dari ratusan juta, hingga endorse tidak dikerjakan,” kata Dewi Wulan sambil meluapkan amarahnya di Instagram.
Perseteruan yang melibatkan nama dua publik figur Tanah Air ini pun kini ditanggapi oleh seorang akademisi bernama Ali Arif Setiawan.
Dalam komentarnya, Ali Arif Setiawan mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dalam bertransaksi secara daring alias online, terlebih hal itu dilakukan terkait dengan produk yang menggunakan jasa endorsement publik figur.
“Jadi untuk masyarakat itu diimbau untuk lebih berhati-hati dalam melakukan transaksi online, khususnya terkait dengan produk yang menggunakan endorsement artis,” kata Ali Arif Setiawan saat diwawancara di Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah, Jumat (17/7/2026).
Lebih lanjut dosen di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Surakarta ini pun menyoroti kebanyakan publik figur yang bukan dari kalangan pengusaha.
Menurutnya, kebanyakan dari publik figur Tanah Air lebih sering berkecimpung di industri seni daripada di bidang bisnis.
Dalam hal ini citra atau reputasi seorang publik figur yang mempromosikan sebuah produk pun menjadi sangat penting.
(Rls/Red)
