Faktara.my.id | Probolinggo – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo menyiapkan edukasi masyarakat dan sistem peringatan dini (early warning system) untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali meluas di kawasan Gunung Bromo, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).
Bupati Probolinggo Mohammad Haris mengatakan pencegahan karhutla tidak cukup hanya menyasar wisatawan. Pemerintah juga akan meningkatkan edukasi kepada masyarakat sekitar, termasuk masyarakat Tengger.
Menurut Haris, cuaca panas, kondisi kering, dan angin kencang meningkatkan risiko kebakaran. Karena itu, masyarakat perlu ikut menjaga kawasan konservasi Bromo.
“Kami juga berharap ada peta risiko dan ada early warning untuk ke depan. Insya Allah nanti kami siapkan, pemerintah daerah akan support penuh agar karhutla tidak terjadi lagi,” ujar Haris, Senin.
Pemkab Siapkan Peta Risiko Karhutla
Pemkab Probolinggo juga mendorong penyusunan peta risiko kebakaran. Peta tersebut akan membantu pemerintah dan masyarakat mengenali wilayah rawan serta mempercepat langkah mitigasi.
Haris menilai keterlibatan masyarakat menjadi kunci untuk mencegah kebakaran, terutama saat kondisi cuaca meningkatkan potensi munculnya titik api.
TNBTS Ditutup, Petugas Perkuat Pemadaman
Sebelumnya, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni meminta masyarakat tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, seperti membuang puntung rokok sembarangan dan membuka lahan dengan cara membakar.
Pemerintah juga menutup sementara seluruh kawasan TNBTS untuk memudahkan petugas melakukan pemadaman sekaligus menjaga keselamatan masyarakat.
Petugas mengerahkan tiga helikopter untuk melakukan water bombing. Pemerintah menargetkan hingga 30 kali penyiraman dari udara untuk menjangkau titik api yang sulit diakses pasukan darat.
Selain melalui udara, petugas memadamkan api dari darat dengan membuat sekat bakar. Medan terjal dan angin kencang masih menjadi tantangan dalam proses pemadaman.
Edukasi Jadi Kunci Pencegahan
Pemkab Probolinggo menilai pencegahan harus berjalan beriringan dengan pemadaman. Edukasi kepada wisatawan dan masyarakat sekitar diharapkan dapat mengurangi aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
Dengan edukasi, pemetaan risiko, dan sistem peringatan dini, pemerintah berharap dapat mencegah karhutla kembali meluas di kawasan Gunung Bromo.
(Rls/Red)
