Faktara.my.id | Jakarta – Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur menggelar Sosialisasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Form Pendataan Banjir di Ruang Pola Lantai 2 Blok A, Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Rabu (11/3/2026).
Bimtek diikuti satuan tugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta Korwil Jakarta Timur dan perwakilan Kepala Seksi Pemerintahan dari seluruh kelurahan di wilayah Jakarta Timur.
Kegiatan yang diselenggarakan Bagian Tata Pemerintahan Kota Administrasi Jakarta Timur dibuka Asisten Pemerintahan Kota Jakarta Timur, Bambang Pangestu. Turut hadir mendampingi Kepala Bagian Tata Pemerintahan Carlos Damanik serta Kepala Suku Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfotik) Jakarta Timur Nuruning Septarida.
Asisten Pemerintahan Kota Jakarta Timur, Bambang Pangestu, mengatakan kegiatan bertujuan untuk menyatukan sistem pendataan banjir sehingga data yang digunakan oleh seluruh perangkat daerah bersumber dari satu basis data yang sama.
“Supaya data itu hanya satu data, tidak ada lagi data yang berbeda dari unit A atau unit B. Data ini berasal dari kelurahan yang berkoordinasi dengan petugas BPBD di wilayah,” ujar Bambang.
Menurutnya, pendataan yang akurat sangat penting agar penanganan banjir dapat dilakukan secara tepat sasaran sesuai kebutuhan masyarakat.
“Dengan data yang baik, penanganan banjir bisa dilakukan secara tepat, mulai dari penyediaan logistik, tempat pengungsian, hingga kebutuhan obat-obatan bagi masyarakat terdampak,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa lurah memiliki peran penting dalam penanggulangan bencana di wilayah, sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya.
“Lurah melaksanakan pengelolaan penanggulangan bencana di wilayahnya. Kita harus tetap hadir memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam penanganan banjir,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas Kominfotik Jakarta Timur, Nuruning Septarida, menjelaskan pihaknya mendukung sistem pengelolaan dan visualisasi data melalui dashboard digital yang dapat diakses oleh perangkat wilayah.
“Dashboard ini kami kembangkan untuk pengelolaan dan visualisasi data banjir. Teman-teman di wilayah dapat menginput data, sehingga pimpinan memiliki satu basis data yang menjadi dasar pengambilan keputusan,” jelas Nuruning.
Ditambahkannya, data yang ditampilkan pada dashboard bersifat real time, valid, transparan, dan akuntabel sehingga dapat digunakan oleh seluruh perangkat daerah dalam penanganan bencana.
Dashboard tersebut sebenarnya telah diluncurkan sejak 2023, namun, saat ini dilakukan penyesuaian terhadap form pendataan dari BPBD dan Biro Tata Pemerintahan. Saat ini, dashboard sudah dilengkapi dengan fitur analitik berbasis kecerdasan buatan (AI).
“Dengan tambahan analitik AI, visualisasi data tidak hanya berbentuk grafik, tetapi juga memberikan analisis yang dapat membantu pimpinan dalam mengambil keputusan yang lebih strategis,” pungkasnya. (AJ)
(Rls/Red)
