Faktara.my.id | Jakarta – Pemerintah menyiapkan sejumlah program peningkatan kompetensi tenaga kerja untuk memperkuat sumber daya manusia (SDM) nasional. Program tersebut mencakup pemagangan bagi lulusan baru, pendidikan vokasi, hingga pelatihan ulang bagi pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan penguatan SDM menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing ekonomi di tengah perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan industri.
Airlangga mengatakan pemerintah mendorong program pemagangan bagi 120 ribu hingga 150 ribu lulusan baru. Program tersebut memberikan pengalaman kerja di industri selama enam bulan.
Pemerintah menyiapkan anggaran Rp4,14 triliun untuk mendukung program tersebut, termasuk pembayaran upah peserta.
Airlangga menyebut penguatan SDM menjadi salah satu fokus pemerintah seiring pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,45 persen pada semester I. Angka tersebut menjadi pertumbuhan tertinggi dalam 13 tahun terakhir.
Program Vokasi untuk Lulusan SMK
Pemerintah juga menyiapkan program vokasi bagi 220 ribu lulusan SMK agar mereka lebih mudah masuk ke dunia industri.
Pemerintah mengalokasikan anggaran Rp2,12 triliun untuk menjalankan program tersebut.
Selain itu, pemerintah menyiapkan program retraining bagi masyarakat yang terdampak PHK. Pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan keterampilan tenaga kerja agar dapat kembali masuk ke pasar kerja domestik maupun membuka peluang kerja di luar negeri.
Siapkan SDM Hadapi Era AI
Airlangga menilai perkembangan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) akan mengubah berbagai sektor ekonomi.
“AI ini adalah salah satu revolusi industri ke depan. Sesudah industri 4.0 dia lari ke AI dan AI aplikasinya sangat luar biasa di berbagai sektor,” ujar Airlangga.
Menurutnya, pemerintah perlu menyiapkan SDM yang mampu mengikuti perubahan teknologi agar Indonesia dapat memanfaatkan peluang dari transformasi industri.
Target 15 Ribu Talenta Semikonduktor
Pemerintah juga membangun kapasitas SDM untuk mendukung industri semikonduktor melalui kerja sama dengan Arm Limited.
Kerja sama tersebut menargetkan 15 ribu peserta mengikuti pelatihan agar dapat masuk ke ekosistem semikonduktor.
Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto mengatakan pemerintah perlu menjalankan penguatan SDM secara berkelanjutan dengan menyesuaikan perkembangan ekonomi dan kebutuhan industri.
Ia juga mendorong kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia usaha untuk memperkuat keterhubungan pendidikan dengan kebutuhan industri.
Pemerintah terus memperluas program peningkatan kompetensi tenaga kerja untuk menghadapi transformasi industri. Pemagangan, vokasi, retraining, hingga pelatihan semikonduktor menjadi bagian dari strategi menyiapkan SDM yang kompetitif dan sesuai kebutuhan dunia kerja.
(Rls/Red)
