Faktara.my.id | Jakarta – Kepolisian Daerah Metro Jaya (Polda Metro Jaya) menegaskan komitmennya dalam menyelenggarakan seleksi penerimaan Taruna dan Taruni Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Anggaran 2026 yang bersih dan transparan.
Masyarakat diminta waspada terhadap segala bentuk penipuan yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu.
Dalam keterangannya, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menyatakan bahwa seluruh tahapan seleksi diawasi secara ketat oleh pihak internal maupun eksternal.
Hal ini dilakukan untuk memastikan prinsip dasar rekrutmen Polri tetap terjaga.
”Kami menjamin seleksi ini dilakukan secara objektif dengan prinsip BETAH, yakni Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis. Tidak ada celah bagi praktik kecurangan,” tegas Kombes Pol Budi Hermanto di Mapolda Metro Jaya.
Polda Metro Jaya mengimbau para orang tua dan calon peserta untuk tidak percaya kepada oknum, baik anggota Polri maupun warga sipil, yang mengklaim dapat membantu meloloskan peserta melalui “jalur belakang” atau pembayaran sejumlah uang.
Poin-poin penting yang ditekankan oleh Polda Metro Jaya:
- Tanpa Biaya: Seluruh proses seleksi dari awal hingga akhir tidak dipungut biaya (gratis).
- Persiapan Mandiri: Kelulusan murni bergantung pada kemampuan fisik, akademik, dan psikologi peserta sendiri.
- Layanan Pengaduan: Masyarakat yang menemukan adanya indikasi praktik percaloan diminta segera melapor melalui saluran pengaduan resmi atau ke Bid Propam Polda Metro Jaya.
Untuk mendukung transparansi, hasil dari setiap tahapan tes (seperti nilai kesamaptaan jasmani dan akademik) diumumkan secara langsung pada hari yang sama setelah ujian selesai.
Langkah ini diambil agar peserta dapat melihat hasil kerja keras mereka secara real-time tanpa adanya intervensi dari pihak luar.
”Jangan gadaikan masa depan putra-putri Anda dengan percaya pada janji manis calo. Percayalah pada kemampuan diri sendiri dan persiapkan fisik serta mental sebaik mungkin,” tutup Budi Hermanto.[]
Sumber : Humas Polda Metro Jaya
(Mahmudin Prasetyo)
