Faktara.my.id | Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengungkapkan gerakan pilah sampah yang semakin masif berhasil menurunkan jumlah truk pengangkut sampah menuju Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang. Penurunan tersebut menjadi bukti meningkatnya kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah.
Pramono menyebut jumlah truk pengangkut sampah yang masuk ke TPST Bantargebang turun dari sekitar 1.200 unit per hari menjadi sekitar 900 unit. Menurutnya, penurunan tersebut menunjukkan gerakan pilah sampah mulai memberikan dampak nyata.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan terus memperluas gerakan pilah sampah di seluruh wilayah ibu kota. Pramono berharap masyarakat semakin disiplin memilah sampah dari rumah agar volume sampah yang dikirim ke Bantargebang terus berkurang.
Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga akan mengaktifkan kembali Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R). Langkah ini diharapkan mampu mengolah lebih banyak sampah sebelum akhirnya dikirim ke TPST Bantargebang.
Untuk mendukung program tersebut, Pemprov DKI Jakarta akan berinvestasi pada berbagai peralatan pengolahan sampah serta menggandeng pihak swasta dalam mengelola TPS3R. Pramono optimistis upaya ini dapat menekan jumlah residu yang dikirim ke Bantargebang sekaligus menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan.
(Rls/Red)
