Faktara.my.id | Jakarta – Presiden La Liga Javier Tebas melontarkan kritik keras terhadap Presiden FIFA Gianni Infantino. Ia menilai berbagai kontroversi yang mewarnai Piala Dunia 2026 menunjukkan FIFA membutuhkan perubahan kepemimpinan demi mengembalikan kredibilitas sepak bola dunia.
Tebas menyampaikan kritik tersebut dalam wawancara dengan La Gazzetta dello Sport. Ia secara terbuka mendesak Gianni Infantino mengakhiri masa jabatannya sebagai Presiden FIFA.
Tebas tidak hanya mengkritik Infantino, tetapi juga menyoroti sejumlah kebijakan FIFA selama Piala Dunia 2026. Menurutnya, keputusan-keputusan itu merusak kredibilitas turnamen dan industri sepak bola.
Ia menyoroti kebijakan jeda hidrasi, durasi turun minum yang diperpanjang pada final, penundaan hukuman Folarin Balogun, hingga wacana penambahan peserta Piala Dunia menjadi 64 tim.
Saat ditanya soal masa depan Infantino, Tebas menegaskan Presiden FIFA itu sudah saatnya mundur. Ia menilai FIFA berjalan ke arah yang keliru dan membawa dampak negatif bagi perkembangan sepak bola dunia.
“Menurut pendapat saya, ya, saya pikir waktunya sudah habis,” kata Tebas dikutip dari BBC Sport.
“Tidak ada kandidat oposisi, tidak ada yang mau maju hanya untuk kalah. Dia seharusnya tidak bertahan, tetapi keadaan saat ini berarti dia tidak akan pergi,” ucap Tebas.
Soroti Kontroversi Piala Dunia 2026
Selama berada di Amerika Serikat, Tebas mengaku mendengar banyak kritik terhadap kepemimpinan Gianni Infantino. Namun, ia menilai sebagian besar pihak memilih bungkam meski tidak sepakat.
Menurut Tebas, sikap diam itu justru memperburuk keadaan. Ia menilai banyak tokoh sepak bola menyadari masalah di FIFA, tetapi tidak berani mengambil sikap.
“Beberapa hari terakhir di Amerika, saya mendengar banyak orang yang menentang Infantino, yang tidak setuju dengan apa yang dia lakukan,” kata Tebas.
“Mereka mengatakannya, tetapi kemudian mereka tidak melakukan apa pun. Saya tidak tahu mana yang lebih buruk, diam atau keterlibatan, karena mereka yang tetap diam sangat menyadari kerusakan yang diderita sepak bola,” tegasnya.
Tebas juga menyoroti keputusan FIFA yang membebaskan Folarin Balogun dari skorsing jelang laga 16 besar melawan Belgia. Ia menilai keputusan itu muncul setelah adanya intervensi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
(Rls/Red)
