Faktara.my.id | Jakarta – Portugal harus puas mengawali Piala Dunia 2026 dengan hasil imbang 1-1 melawan Republik Demokratik Kongo. Di tengah kegagalan Selecao meraih tiga poin, penampilan Cristiano Ronaldo menjadi perhatian karena sang kapten belum mampu mencetak gol sepanjang pertandingan.
Ronaldo datang ke Piala Dunia 2026 dengan target besar: mencetak gol di turnamen keenamnya secara beruntun. Namun, ambisi tersebut belum terwujud setelah Portugal hanya mampu bermain imbang melawan Republik Demokratik Kongo.
Kegagalan Selecao meraih kemenangan langsung memicu berbagai evaluasi. Salah satu kritik paling menonjol datang dari Thierry Henry yang menyoroti keputusan dan pergerakan Ronaldo dalam situasi krusial di lini serang Portugal.
Ronaldo tampak frustrasi karena gagal mengakhiri pertandingan dengan gol. Sang kapten terus memburu peluang sepanjang laga, tetapi upayanya tak kunjung membuahkan hasil.
Henry menilai ambisi besar Ronaldo untuk mencetak gol terlihat dalam salah satu serangan Portugal dari sisi kanan. Menurut legenda Prancis itu, keputusan yang diambil Ronaldo pada momen tersebut justru mengurangi efektivitas serangan Selecao.
Menurut Henry, Ronaldo salah membaca situasi ketika Conceicao membawa bola ke depan. Pergerakannya ke dalam kotak penalti justru menutup jalur umpan ke Bruno Fernandes yang memiliki ruang lebih baik untuk mengancam gawang lawan.
Situasi itu menjadi contoh bagaimana ambisi Ronaldo untuk mencetak gol dinilai mengurangi efektivitas serangan Portugal pada momen krusial pertandingan.
“Jika Anda melakukan pergerakan seperti itu di sini, Anda memaksa bek untuk mengambil keputusan untuk melewati kotak enam yard, tetapi karena dia ingin mencetak gol, dia malah menghalangi jalur Bruno Fernandes,” ulas Henry untuk FOX Sport.
“Jika dia masuk ke kotak enam yard itu, Alexi, Anda harus mengikutinya, dan kemudian itu akan menjadi gol mudah bagi Bruno Fernandes, tetapi karena dia ingin mencetak gol, dia malah menghalangi jalur umpan balik. Anda melihat kedua pemain, dan itu lebih mudah bagi Anda untuk bertahan,” kata Henry.
Bagi Henry, sepak bola modern tidak memberi ruang bagi ego individu. Ia menekankan bahwa pemain harus memilih opsi terbaik untuk tim, karena gol yang tercipta dari kerja sama kolektif jauh lebih penting daripada mengejar pencapaian pribadi.
“Itulah mengapa saya pikir tim yang perlu mencetak gol, bukan Anda. Anda melihat reaksi Bruno Fernandes di belakang,” tegas legenda Timnas Prancis itu.
(Rls/Red)
