Faktara.my.id | Jakarta – Separuh wilayah Uni Eropa dan Inggris kini menghadapi kekeringan yang parah. Defisit curah hujan mengurangi kelembapan tanah dan meningkatkan tekanan terhadap kesehatan hutan.
Komisi Ekonomi PBB untuk Eropa (UNECE) menyebut kekeringan dan suhu musim panas yang memecahkan rekor memperburuk kondisi ekosistem hutan di kawasan Eropa dan Amerika Utara.
UNECE memperingatkan kekeringan berkepanjangan, gelombang panas, dan risiko kebakaran hutan telah mempercepat kerusakan ekosistem.
Kondisi tersebut juga memicu gangguan sekunder, seperti wabah kumbang kulit kayu dan penyakit yang menyerang tanaman.
UNECE menilai kombinasi berbagai tekanan itu mendorong kematian hutan dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya di sejumlah wilayah.
Eropa Barat dan Tengah Alami Defisit Hujan
Kondisi paling mengkhawatirkan terlihat di Eropa Barat dan Tengah. Sejumlah wilayah mengalami kekurangan curah hujan dalam periode panjang.
UNECE mencatat beberapa daerah bahkan mengalami defisit curah hujan tahunan yang paling panjang dan konsisten dalam lebih dari 60 tahun.
Kondisi tersebut telah menyebabkan kerusakan luas pada tajuk hutan dan memperlemah kemampuan pohon bertahan terhadap tekanan iklim.
Pohon Perkotaan Ikut Terdampak
Krisis kekeringan juga mengancam pepohonan di kawasan perkotaan. Fenomena pulau panas perkotaan atau urban heat island membuat suhu di wilayah kota semakin tinggi.
Kelangkaan air memperparah tekanan terhadap pohon-pohon perkotaan. UNECE menilai kondisi ini dapat melemahkan fungsi pepohonan dalam menghadapi perubahan iklim.
Kerusakan populasi pohon perkotaan juga berpotensi memengaruhi kualitas udara dan kesejahteraan masyarakat.
Tekanan Iklim Makin Kompleks
UNECE menilai kekeringan, panas ekstrem, kebakaran, hama, dan penyakit tanaman kini saling memperburuk kondisi hutan.
Situasi tersebut menunjukkan bahwa ekosistem hutan di Eropa menghadapi tekanan iklim yang semakin kompleks. Upaya menjaga kelembapan tanah dan kesehatan hutan menjadi semakin penting untuk memperkuat ketahanan lingkungan di kawasan tersebut.
(Rls/Red)
