Faktara.my.id | Purwakarta – Kabar duka yang menyelimuti perhelatan pernikahan di Purwakarta menjadi sorotan tajam publik. Seorang ayah bernama Dadang (58), yang seharusnya berbahagia merayakan pernikahan anaknya, justru meregang nyawa setelah dikeroyok sekelompok pemuda mabuk yang melakukan aksi pemerasan di tengah acara berlangsung.
Kronologi Kejadian: Berawal dari Uang Keamanan
Tragedi ini bermula saat sekelompok pemuda mendatangi kediaman korban dalam kondisi di bawah pengaruh alkohol.
Para pelaku meminta uang sebesar Rp500.000 dengan dalih uang keamanan atau jatah preman.
Korban sebenarnya sudah menunjukkan iktikad baik dengan memberikan uang sebesar Rp100.000. Namun, para pelaku tidak terima dan tetap memaksa meminta nominal yang mereka tentukan. Penolakan korban memicu kemarahan para pelaku yang kemudian secara brutal melakukan pengeroyokan hingga mengakibatkan korban meninggal dunia.
Respon Cepat Kang Dedi Mulyadi
Kasus yang viral di media sosial ini menarik perhatian tokoh masyarakat Jawa Barat sekaligus anggota DPR RI, Kang Dedi Mulyadi.
Menanggapi desakan netizen yang geram akan aksi premanisme tersebut, pria yang akrab disapa KDM ini memberikan pernyataan melalui kanal media sosialnya.
”Kasus tersebut sudah ditangani oleh Polres Purwakarta,” tegas Kang Dedi singkat, memastikan bahwa proses hukum sedang berjalan.
Pernyataan tersebut cukup meredam keresahan warganet yang sempat membanjiri kolom komentar dengan tuntutan keadilan bagi keluarga almarhum Dadang.
Update Kepolisian: Satu Pelaku Menyerahkan Diri
Kepolisian Resor (Polres) Purwakarta bergerak cepat dalam menangani kasus ini. Informasi terbaru menyebutkan bahwa satu orang pelaku telah menyerahkan diri ke pihak berwajib tak lama setelah kejadian tersebut viral.
Meski demikian, pengejaran terhadap pelaku lain yang terlibat dalam pengeroyokan masih terus dilakukan secara intensif. Pihak kepolisian berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus ini guna memberikan rasa aman bagi warga dari ancaman premanisme, terutama dalam kegiatan-kegiatan kemasyarakatan.
Kini, pihak keluarga berharap para pelaku dijatuhi hukuman seberat-beratnya atas tindakan keji yang merampas nyawa kepala keluarga mereka di hari yang seharusnya menjadi momen bahagia.
(M.Lukman)
