Faktara.my.id | Jakarta – Timnas Indonesia harus mengakui keunggulan Vietnam setelah kalah 0-3 pada matchday ketiga Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Senin (3/8) malam WIB. Kemenangan tersebut tidak hanya membawa Vietnam ke puncak klasemen, tetapi juga memicu sorotan media setempat yang menyebut hasil itu sebagai balas dendam atas kekalahan dari Indonesia 22 tahun lalu.
Vietnam tampil lebih efektif sepanjang pertandingan meski Indonesia mendapat dukungan penuh dari ribuan suporter di Stadion Pakansari. Tim asuhan Kim Sang-sik mampu memanfaatkan peluang dengan baik dan mencetak tiga gol tanpa balas.
Nguyen Van Vi membuka keunggulan Vietnam sebelum Nguyen Hai Long menggandakan skor. Nguyen Xuan Son kemudian memastikan kemenangan 3-0 yang sekaligus menjadi kekalahan pertama Timnas Indonesia pada fase grup Piala AFF 2026.
Hasil tersebut membuat Vietnam mengoleksi tujuh poin dan merebut posisi puncak klasemen Grup A. Sementara Indonesia turun ke peringkat ketiga dengan enam poin sehingga harus berjuang pada laga terakhir demi menjaga peluang lolos ke semifinal.
Media Vietnam Soroti Kemenangan Bersejarah
Kemenangan atas Indonesia mendapat perhatian besar dari media Vietnam. Salah satu media olahraga ternama, Soha, menyebut kemenangan tersebut memiliki makna lebih dari sekadar tambahan tiga poin.
Menurut Soha, Vietnam menunjukkan permainan yang lebih matang sepanjang pertandingan. Tim asuhan Kim Sang-sik dinilai unggul dalam menerapkan strategi, menjaga organisasi pertahanan, serta memaksimalkan serangan balik.
“Pada akhirnya, Vietnam mengamankan kemenangan telak 3-0 di Stadion Pakansari. Ini adalah pertandingan di mana tim asuhan Pelatih Kim Sang-sik menunjukkan keunggulan dalam taktik, pertahanan, dan efektivitas dalam serangan balik,” tulis Soha.
Media tersebut juga menilai Vietnam mampu meredam tekanan Indonesia yang diperkuat banyak pemain naturalisasi dan datang dengan ekspektasi tinggi.
“Melawan tim Indonesia dengan banyak pemain naturalisasi dan ekspektasi tinggi, Vietnam tetap memberikan penampilan yang tangguh untuk mengamankan tiga poin penuh,” lanjut Soha.
Balas Dendam Setelah Penantian 22 Tahun
Soha kemudian menghubungkan kemenangan di Pakansari dengan pertemuan Indonesia dan Vietnam pada Piala Tiger 2004.
Saat itu, Indonesia berhasil mengalahkan Vietnam dengan skor identik 3-0 di Stadion My Dinh pada laga fase grup. Tiga gol Garuda dicetak Mauly Lessy, Boaz Solossa, dan Ilham Jaya Kesuma dalam salah satu kemenangan paling bersejarah Indonesia atas Vietnam.
Dua puluh dua tahun berselang, Vietnam membalas kekalahan tersebut dengan skor yang sama. Menurut Soha, hasil itu menjadi momen yang telah lama dinantikan para pendukung The Golden Star Warriors.
“Bagi para penggemar Vietnam, ini adalah balas dendam termanis yang mungkin terjadi, karena 22 tahun lalu di Piala Tiger 2004, Vietnam kalah 0-3 dari Indonesia,” tulis Soha.
Kemenangan 3-0 atas Indonesia tidak hanya mengantarkan Vietnam ke puncak klasemen Grup A Piala AFF 2026, tetapi juga menjadi momen emosional bagi media dan publik sepak bola Vietnam. Di sisi lain, Timnas Indonesia harus segera melupakan kekalahan tersebut dan fokus meraih kemenangan atas Singapura demi menjaga asa melaju ke babak semifinal.
(Rls/Red)
