Faktara.my.id | Jakarta – Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan bahwa “kita memiliki peluang nyata untuk perdamaian” setelah gencatan senjata bersyarat selama dua minggu disepakati dengan Iran. (9/4/2026)
Adapun Presiden AS Donald Trump mengatakan AS akan bekerja sama secara erat dengan Iran dan akan “menggali serta mengeluarkan” material nuklir yang terkubur, seraya menambahkan bahwa tidak akan ada pengayaan uranium.
Walaupun demikian, baik AS atau Iran sama‑sama mengklaim kemenangan.
Iran mengatakan akan membuka kembali Selat Hormuz dan bahwa “kemenangannya di medan pertempuran juga akan dikonsolidasikan” dalam perundingan mendatang di Pakistan.
Sebaliknya, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan bahwa ini merupakan “kemenangan militer AS”, serta mengklaim bahwa militer Iran telah dibuat tidak lagi efektif untuk tahun‑tahun mendatang.
Sementara itu, Israel mengatakan pihaknya tengah melancarkan “serangan terbesar” sejak dimulainya operasi daratnya di Lebanon.
Sebelumnya, Israel menyatakan bahwa jeda dua minggu tersebut “tidak mencakup Lebanon”, meskipun Perdana Menteri Pakistan mengatakan sebaliknya.
Negara – negara barat serukan semua pihak patuhi gencatan senjata – termasuk di Lebanon.
(Rls/Wisnu Syaipullah)
