Faktara.my.id | Buleleng – Suasana duka dan isak tangis menyelimuti kediaman keluarga KD di Desa Sidatapa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng. KD tewas mengenaskan usai menjadi sasaran amuk massa lantaran dituduh mencuri seekor ayam aduan di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan.
Kepulangan jenazah KD ke rumah duka diiringi pemandangan yang sangat memilukan. Anak bungsu KD menangis menjerit dan histeris kala menyambut kedatangan jenazah sang ayah yang telah terbujur kaku.
Momen pilu putri bungsu KD yang meratapi kepergian ayahnya itu juga sempat terekam kamera warga dan viral di media sosial. Dalam tayangan yang beredar, bocah perempuan tersebut tampak berada di tengah kerumunan pelayat. Ia terus menangis terisak sambil memanggil-manggil ayahnya yang sudah tidak bernyawa.
Menanggapi tragedi ini, Sutama, selaku perwakilan pihak keluarga korban, mengungkapkan bahwa keluarga pada dasarnya telah mengikhlaskan kepergian KD. Meski demikian, ada rasa sayangnya yang mendalam terhadap tindakan anarkis warga yang main hakim sendiri (vigilante).
Sutama berharap kejadian tragis yang menimpa kerabatnya ini bisa menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak agar tidak lagi menyelesaikan persoalan dengan tindakan kekerasan yang melampaui batas hukum.
”Kalau memang bersalah, laporkan ke pihak berwajib. Jangan melakukan main hakim sendiri sampai menghilangkan nyawa orang hanya gara-gara mencuri ayam,” tegas Sutama, Sabtu (25/7/2026).
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat keras bagi masyarakat luas akan bahaya dan dampak fatal dari tindakan main hakim sendiri. Pihak keluarga berharap agar penegakan hukum senantiasa dikedepankan agar tragedi yang meninggalkan luka mendalam bagi anak-anak yang ditinggalkan ini tidak terulang kembali di kemudian hari.
(Rls/M.Lukman)
