Faktara.my.id | Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) menghentikan sementara operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, setelah 237 siswa dan guru mengalami keluhan kesehatan usai menyantap menu Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah mengatakan penghentian tersebut menjadi langkah kehati-hatian untuk memastikan keamanan makanan yang dikonsumsi para penerima manfaat.
“Demi keamanan, operasional dapur SPPG kita hentikan sementara. Amankan dan periksa seluruh prosesnya, termasuk sampel makanan,” kata Mahyeldi di Padang, Jumat (4/9).
Dinkes dan BPOM Periksa Sampel Makanan
Mahyeldi meminta instansi terkait segera memeriksa dan menginvestigasi kejadian tersebut. Dinas Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) ikut memeriksa sampel makanan bersama pihak terkait lainnya.
Pemprov Sumbar akan membuka kembali operasional SPPG setelah hasil pemeriksaan keluar dan memastikan tidak ada persoalan yang membahayakan kesehatan.
Mahyeldi juga meminta seluruh pengelola dapur SPPG di Sumbar memperketat pengawasan. Pengawasan mencakup kebersihan, proses pengolahan, hingga distribusi makanan.
“Keamanan dan kualitas makanan harus menjadi prioritas utama,” ujarnya.
237 Siswa dan Guru Mengalami Keluhan
Berdasarkan informasi Puskesmas Palupuh dan Puskesmas Pembantu (Pustu), sebanyak 237 siswa dan guru mengalami keluhan setelah mengonsumsi menu MBG.
Mereka mengeluhkan mual, sakit perut, dan pusing. Sebagian korban sempat menjalani pemeriksaan dan perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan.
Namun, seluruh siswa dan guru yang sebelumnya menjalani perawatan kini sudah mendapat izin untuk kembali ke rumah.
Kepala SPPG Palupuh Wahyu Saputra mengatakan pihaknya membagikan menu MBG berupa telur puyuh, timun, tomat, dan selada.
SPPG Tunggu Hasil Pemeriksaan Laboratorium
Wahyu mengatakan pihak SPPG tidak menerima laporan keluhan kesehatan saat petugas membagikan makanan. Pihaknya baru mengetahui keluhan siswa pada hari berikutnya.
“Kami juga terkejut dengan kejadian ini. Saat pembagian MBG tidak ada laporan terkait keluhan atau dugaan keracunan,” katanya.
Wahyu mengatakan pihaknya kini berkoordinasi dengan instansi terkait dan menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan.
Sementara itu, Koordinator Wilayah Program MBG Kabupaten Agam Aryo mengatakan pihaknya masih mengumpulkan data dan informasi untuk memastikan kronologi serta penyebab kejadian.
Pihaknya juga berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) dan Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG).
Pemprov Sumbar terus memantau kondisi para siswa dan guru. Pemerintah akan menggunakan hasil pemeriksaan sebagai dasar untuk menentukan langkah selanjutnya terkait operasional SPPG Palupuh.
(Rls/Red)
