Nama Luky Alfirman ramai dibahas setelah muncul dugaan pencopotannya berkaitan dengan lolosnya anggaran pengadaan motor listrik untuk program MBG. Proyek itu disebut mencakup 21 ribu hingga 25 ribu unit motor dengan nilai anggaran lebih dari Rp1 triliun.
Purbaya Yudhi Sadewa tidak membantah isu tersebut saat menjawab pertanyaan wartawan. “Mungkin, anda tebak saja sendiri,” ujar Purbaya pada 11 Mei 2026.
Purbaya juga mengaku sudah menolak rencana pengadaan motor listrik sejak tahun lalu. Namun, sistem Direktorat Jenderal Anggaran tetap meloloskan anggaran itu. Karena menemukan celah pada software anggaran, Kementerian Keuangan kini memperbaiki sistem secara menyeluruh agar kasus serupa tidak kembali terjadi.
Kasus ini kembali memicu sorotan publik terhadap transparansi pengelolaan anggaran negara. Masyarakat pun semakin aktif mengawasi penggunaan dana pemerintah, terutama untuk program bernilai besar seperti pengadaan motor listrik MBG.
Di tengah polemik yang terus berkembang, Luky Alfirman hingga kini belum memberikan pernyataan resmi terkait isu pencopotannya maupun dugaan lolosnya anggaran pengadaan motor listrik tersebut.
(Rls/Red)