Faktara.my.id | Jakarta – Taylor Swift mengambil langkah tegas terhadap penggunaan lagunya oleh tim Presiden Amerika Serikat Donald Trump di TikTok. Swift melaporkan sejumlah unggahan yang memakai lagunya hingga membuat sedikitnya 10 video Trump berstatus mute karena masalah hak cipta.
Tim Trump menggunakan lagu august dari album folklore (2020) sebagai musik pengiring video Trump dan Melania di TikTok pada 4 Agustus 2026.
Video tersebut menampilkan Trump dan Melania menikmati pemandangan kembang api. Tim Trump juga menyertakan tagar Taylor Swift, MAGA, dan august dalam unggahan tersebut.
Namun, pada Jumat (7/8), TikTok membuat lagu tersebut tidak dapat diputar pada video Trump. Platform menampilkan keterangan bahwa pemilik hak cipta tidak menyediakan suara tersebut di wilayah tertentu.
Sejumlah Lagu Taylor Swift Ikut Kena Mute
Penggemar kemudian menemukan sejumlah unggahan Trump lainnya yang menggunakan lagu Swift juga berstatus mute.
Beberapa lagu yang terdampak antara lain Red, Eras Tour, dan I Knew It, I Knew You. Setidaknya 10 unggahan Trump yang memakai lagu Swift kini tidak dapat memutar audio tersebut.
Swift tidak memberikan pernyataan langsung mengenai langkah tersebut. Namun, laporan hak cipta menunjukkan adanya upaya untuk menghentikan penggunaan musiknya oleh akun-akun terkait Trump.
Akun Team Trump Terancam Sanksi TikTok
Penggunaan lagu tanpa izin juga dapat berdampak pada akun Team Trump. TikTok menerapkan sistem strike untuk pelanggaran hak cipta.
Akun dapat menerima strike ketika platform menghapus konten akibat laporan copyright. Jika akun mengumpulkan tiga strike hak cipta dalam periode berlaku, TikTok dapat menjatuhkan pemblokiran permanen.
Hingga 9 Agustus 2026, penggemar menemukan sedikitnya 10 unggahan Team Trump yang menggunakan lagu Swift dan terkena laporan hak cipta. Namun, belum ada kepastian mengenai sanksi yang akan diterima akun tersebut.
Variety dan Entertainment Weekly telah menghubungi perwakilan Taylor Swift dan Gedung Putih untuk meminta tanggapan.

Hubungan Swift dan Trump Memanas
Perseteruan Swift dan Trump bukan kali pertama terjadi. Pada 2024, Swift mendukung Kamala Harris dalam pemilihan presiden AS.
Trump kemudian membagikan gambar hasil AI yang secara keliru menggambarkan Swift mendukung dirinya. Trump mengatakan orang lain membuat gambar tersebut dan mengaku tidak mengetahui asal-usulnya.
Taylor Swift kini memilih menggunakan mekanisme hak cipta untuk membatasi penggunaan musiknya oleh tim Trump di TikTok. Laporan copyright membuat sejumlah video Trump kehilangan suara dan berpotensi memicu sanksi terhadap akun yang berulang kali melanggar aturan platform.
(Rls/Red)
