Faktara.my.id | Jakarta – Aksi unjuk rasa mahasiswa di kawasan Patung Kuda dan Jalan Medan Merdeka Selatan berakhir dengan momentum penting. Sebanyak 15 perwakilan mahasiswa diizinkan masuk ke kompleks Istana Wakil Presiden untuk berdialog langsung dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada Senin (15/6/2026) sore.
Usai menggelar aksi di Patung Kuda, perwakilan mahasiswa membawa tuntutan mereka langsung ke Istana Wakil Presiden. Dalam pertemuan yang berlangsung lebih dari satu jam, mahasiswa menyerahkan memorandum berisi berbagai isu penting, mulai dari sektor pendidikan hingga kebijakan moneter.
Mahasiswa Masuk Istana Selesai Aksi di Patung Kuda
Massa mahasiswa yang sebelumnya menggelar aksi di kawasan Patung Kuda dan Jalan Medan Merdeka Selatan mulai mengirimkan perwakilan mereka setelah mendapat izin dari pihak Istana. Sekitar pukul 17.25 WIB, sebanyak 15 delegasi mahasiswa dari berbagai kampus, termasuk Universitas Bung Karno (UBK), Universitas MH Thamrin, dan Universitas Terbuka (UT), resmi memasuki kompleks Istana Wakil Presiden di Jakarta Pusat.
Pertemuan antara Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan para perwakilan mahasiswa berlangsung dalam suasana hangat serta penuh dinamika. Di tengah diskusi, Gibran bersama delegasi mahasiswa sempat menghentikan pembahasan sejenak untuk melaksanakan salat Magrib berjamaah di Masjid Baiturrahman yang berada di lingkungan Istana.
Setelah menunaikan ibadah, kedua pihak kembali melanjutkan dialog dengan suasana yang lebih santai. Pertemuan tersebut kemudian ditutup dengan sesi bersalaman dan foto bersama antara Wapres Gibran dan para delegasi mahasiswa sebagai simbol terjalinnya komunikasi yang baik.
Tiga Klaster Isu dalam Memorandum Mahasiswa
- Klaster Pendidikan & Fiskal: Mahasiswa mendesak pemerintah untuk membekukan sementara program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna dilakukan audit transparansi secara menyeluruh. Mereka meminta agar efisiensi anggaran dari program tersebut dialihkan untuk menambah subsidi Uang Kuliah Tunggal (UKT) serta bantuan operasional perguruan tinggi yang dinilai lebih mendesak bagi keberlangsungan pendidikan.
- Klaster Hukum & Sipil: Mahasiswa secara tegas meminta rekomendasi legislative review terkait Undang-Undang Kepolisian Negara Republik Indonesia (UU Polri) untuk diteruskan kepada DPR RI.
- Klaster Moneter & Energi: Aliansi mahasiswa ini juga mendesak pemerintah mengambil langkah taktis dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, serta mengevaluasi kembali kebijakan harga BBM regional yang dianggap kian menekan daya beli masyarakat bawah.
Respons Wapres dan Ultimatum 5 Hari
Berdasarkan keterangan dari koordinator aksi, Wapres Gibran menyambut baik kedatangan mereka dan mendengarkan aspirasi tersebut secara langsung. Gibran dilaporkan mencatat poin-poin tuntutan yang tertuang dalam memorandum dan berkomitmen untuk menyampaikannya langsung kepada Presiden Prabowo Subianto guna didiskusikan lebih lanjut di tingkat kabinet.
Kendati pertemuan berjalan dengan tertib dan berakhir pada pukul 18.50 WIB, mahasiswa tetap memberikan catatan tegas kepada pemerintah. Mereka memberikan tenggat waktu atau ultimatum selama 5×24 jam bagi pihak Istana untuk memberikan tindak lanjut dan jawaban konkret atas poin-poin memorandum yang telah diserahkan.
(Rls/M.Lukman)
