Faktara.my.id | Jakarta – Iran mendesak Amerika Serikat (AS) memenuhi seluruh kewajibannya dalam nota kesepahaman untuk mengakhiri konflik kedua negara. Teheran juga menegaskan tidak akan menyerah meski Washington meningkatkan tekanan ekonomi.
Ketua Parlemen Iran sekaligus ketua tim negosiator Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menyampaikan tuntutan tersebut saat bertemu Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan Asim Munir di Teheran, Senin (24/8).
Munir diketahui berperan sebagai mediator dalam upaya penyelesaian konflik Iran dan AS.
Ghalibaf mengatakan Iran terus berupaya menjalankan ketentuan dalam nota kesepahaman. Menurutnya, AS juga harus memenuhi kewajibannya berdasarkan kesepakatan tersebut.
Ia menilai kegagalan Washington menjalankan kesepakatan telah menghambat stabilitas kawasan sekaligus meningkatkan ketidakpercayaan terhadap AS.
Ghalibaf juga menegaskan tekanan yang diberikan AS tidak akan memengaruhi sikap Iran dalam menghadapi konflik tersebut.
Konflik Iran-AS Belum Sepenuhnya Berakhir
Iran dan AS sebelumnya telah menandatangani nota kesepahaman untuk menghentikan permusuhan. Namun, kedua negara kembali melancarkan serangan setelah kesepakatan tersebut tercapai.
Meski saat ini tidak ada lagi aksi permusuhan, konflik Iran-AS belum sepenuhnya terselesaikan.
AS juga memutuskan meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Iran. Washington berharap tekanan tersebut dapat mendorong Teheran mengakhiri konflik melalui peningkatan kesulitan ekonomi.
Iran tetap meminta AS menjalankan seluruh isi nota kesepahaman dan menegaskan tidak akan tunduk pada tekanan ekonomi. Upaya diplomasi melalui mediator Pakistan pun terus menjadi bagian dari pencarian solusi untuk meredakan ketegangan kedua negara.
(Rls/Red)
