Faktara.my.id | Jakarta – Militer Israel menangkap sedikitnya 80 warga Palestina dalam operasi besar-besaran di Tepi Barat sejak Jumat malam hingga Sabtu pagi. Operasi itu berlangsung sehari setelah bentrokan di Kota Tell, selatan Nablus, yang menewaskan empat warga Palestina dan seorang warga Israel.
Palestinian Prisoners Club menyatakan aparat Israel menyasar puluhan warga Palestina, termasuk mantan tahanan, dalam operasi penangkapan tersebut. Lembaga itu menyebut sebagian besar penangkapan terjadi setelah warga Palestina melawan serangan para pemukim dan berupaya melindungi kota serta tanah mereka.
Organisasi tersebut juga mencatat lebih dari 3.600 warga Palestina telah ditangkap di Tepi Barat sepanjang tahun ini.
Merespons bentrokan pada Jumat, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersama Menteri Pertahanan Israel Katz mengumumkan sejumlah kebijakan baru. Pemerintah Israel akan meningkatkan operasi militer, menambah pos pemeriksaan di Tepi Barat, dan membangun kawasan pertanian baru.
Sementara itu, Gubernur Nablus Ghassan Daghlas mengatakan militer Israel terus menutup seluruh akses menuju Kota Nablus dan mengepung wilayah tersebut. Langkah itu memaksa ribuan warga Palestina tetap tertahan dan gagal kembali ke rumah mereka di bagian utara Tepi Barat.
“Kelompok ekstremis Israel telah memulai kampanye pemilihan umum (pemilu) mereka dengan mengorbankan warga Palestina,” ujarnya memperingatkan, merujuk pada pemilu parlemen Israel, Knesset, yang akan digelar pada 27 Oktober mendatang.
Ahmed Rafiq Awad memperingatkan ketegangan di Tepi Barat akan meningkat dalam beberapa bulan ke depan. Ia menilai pemerintah Israel terus mendukung para pemukim secara politik, finansial, dan militer menjelang pemilu.
(Rls/Red)
