Faktara.my.id | Jakarta – Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan dialog sosial menjadi kunci untuk menyelesaikan berbagai persoalan ketenagakerjaan di tengah perubahan dunia kerja yang terus berkembang. Menurutnya, komunikasi yang konstruktif antara pemerintah, pengusaha, dan serikat pekerja mampu menghasilkan solusi serta kebijakan yang berimbang bagi semua pihak.
Yassierli menegaskan pemerintah, pengusaha, dan serikat pekerja/buruh harus membangun komunikasi yang konstruktif agar dapat menghasilkan kebijakan ketenagakerjaan yang adil dan seimbang bagi semua pihak.
“Dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut, dialog sosial yang konstruktif menjadi kunci agar setiap persoalan dapat diselesaikan melalui komunikasi, saling menghormati, dan pencarian solusi yang seimbang bagi seluruh pihak,” ujar Yassierli dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.
Yassierli menyebut kemitraan tripartit yang setara berhasil melahirkan berbagai rekomendasi kebijakan strategis melalui LKS Tripartit Nasional periode 2023–2026. Sepanjang periode itu, LKS Tripnas mengadakan 41 rapat badan pekerja dan 20 sidang pleno guna merumuskan solusi atas berbagai isu ketenagakerjaan.
“LKS Tripartit Nasional telah menjadi ruang yang produktif bagi kita untuk saling bertukar pandangan dan mencari solusi bersama atas dinamika ketenagakerjaan Indonesia. Semoga nilai-nilai kolaborasi, musyawarah, dan semangat gotong royong tripartit ini terus terjaga,” kata dia.
Yassierli menjelaskan LKS Tripartit Nasional menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis, mulai dari pencegahan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal, penguatan pengawasan ketenagakerjaan, hingga penataan regulasi tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dan aturan alih daya. LKS Tripnas juga mendorong sinkronisasi regulasi ketenagakerjaan pascaputusan Mahkamah Konstitusi, penerapan sistem pengupahan berbasis produktivitas, serta peningkatan kompetensi dan sertifikasi pekerja.
Yassierli mengajak seluruh pemangku kepentingan terus memperkuat kolaborasi, musyawarah, dan semangat gotong royong dalam kemitraan tripartit agar hubungan industrial tetap harmonis dan produktif.
Indah Anggoro Putri menilai capaian LKS Tripnas periode 2023–2026 menunjukkan kemitraan tripartit efektif menciptakan hubungan industrial yang harmonis.
(Rls/Red)
