Faktara.my.id | Jakarta – Wakil Ketua Umum Asosiasi Travel Agent Indonesia, Anton Sumarli, meminta maskapai menghitung secara matang dan mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat sebelum menaikkan harga tiket pesawat.
Anton Sumarli menyampaikan pernyataan tersebut sebagai respons atas kebijakan baru yang memperbolehkan maskapai menyesuaikan tarif tiket pesawat berdasarkan harga bahan bakar avtur yang berlaku.
Dilansir KOMPAS.com, “Harapan kita adalah, pihak maskapai bisa mengkalkulasi, menghitung dengan benar, supaya benar-benar memperhatikan kondisi ekonomi masyarakat,” kata Anton saat ditemui di mal Gandaria City, Jumat (15/5/2026).
Anton Sumarli mengingatkan maskapai agar tidak menetapkan kenaikan harga tiket pesawat terlalu tinggi hingga memberatkan masyarakat. Menurut Anton, lonjakan tarif berpotensi menghambat masyarakat untuk bepergian karena transportasi udara masih menjadi sarana penting bagi banyak orang.
“Kita serba salah kondisinya saat ini, karena kita tahu bahwa kondisi perang memang juga sangat berdampak buat teman-teman airlines, karena fuel-nya mahal saat ini, dan kita tidak punya pilihan,” katanya.
