Faktara.my.id | Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menangani sejumlah rumah ibadah yang terdampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pemerintah menyesuaikan penanganan dengan tingkat kerusakan dan tetap mempertahankan kearifan lokal masyarakat.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan pengelola rumah ibadah jika bangunan harus dibangun kembali.
Menurut Dody, pembangunan kembali harus mempertimbangkan kebutuhan pengguna dan karakter lokal di setiap wilayah.
Gereja Dampek Alami Kerusakan Struktural
Kementerian PU memeriksa Gereja Katolik Santo Petrus dan Paulus di Dampek, Kabupaten Manggarai Timur. Tim memeriksa tiga bangunan, yakni gedung gereja, aula gereja, dan rumah pastoran.
Hasil pemeriksaan menunjukkan gedung gereja dan aula mengalami kerusakan struktural sehingga tidak aman digunakan. Sementara itu, rumah pastoran masih dalam kondisi aman.
Jemaat kemudian membongkar dan membersihkan gedung gereja serta aula. Mereka juga menjalankan prosesi adat sebagai bagian dari upaya menjaga nilai budaya masyarakat Dampek.
Pihak gereja turut mengamankan aset sebelum membongkar bagian atap. Sekitar 30 jemaat terlibat dalam proses tersebut dengan dukungan sekitar 20 personel Polda NTT.
Kementerian PU melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) NTT selanjutnya menyiapkan penanganan melalui pendekatan rancang bangun. Tim terlebih dahulu mengkaji kondisi struktur bangunan eksisting.
Pengurus gereja juga akan terlibat dalam proses perencanaan agar pembangunan kembali sesuai kebutuhan jemaat dan karakter lokal.
Masjid Nurul Huda Reo Rusak Sedang
Tim Kementerian PU juga memeriksa Masjid Nurul Huda Reo di Kabupaten Manggarai. Hasil pemeriksaan menunjukkan struktur utama masjid masih berdiri tegak, tetapi sejumlah elemen struktur dan nonstruktur mengalami kerusakan.
Kerusakan tercatat pada kolom level IV sebesar 4,67 persen dan kolom level III sebesar 3,125 persen. Plafon mengalami kerusakan sekitar 60 persen, sedangkan dinding mengalami kerusakan sekitar 10 persen.
Tim mengategorikan bangunan utama masjid sebagai rusak sedang. Kementerian PU merekomendasikan pembongkaran seluruh plafon, pembongkaran dinding dengan retak lebih dari 6 milimeter, serta penguatan struktur bangunan.
Sementara itu, menara masjid mengalami kerusakan berat dan sebagian bangunan telah runtuh. Tim merekomendasikan pembongkaran total pada bagian tersebut.
Penanganan Sesuai Tingkat Kerusakan
Kementerian PU akan menyesuaikan rehabilitasi dan pembangunan kembali berdasarkan hasil asesmen. Langkah tersebut bertujuan memastikan setiap bangunan aman digunakan dan memenuhi kebutuhan masyarakat.
Pemerintah juga akan melibatkan pengelola rumah ibadah dalam proses penanganan. Pendekatan ini diharapkan menjaga fungsi bangunan sekaligus mempertahankan kearifan lokal di wilayah terdampak gempa Flores.
(Rls/Red)
