Faktara.my.id | Jakarta – Sejumlah elemen masyarakat yang terdiri dari aliansi mahasiswa, organisasi kepemudaan, dan kelompok buruh menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Senayan, Jakarta Pusat. Aksi ini diselenggarakan bertepatan dengan momentum peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) yang jatuh pada hari ini Rabu 20 Mei 2026.
Massa aksi dilaporkan mulai bergerak dan memadati area depan Jalan Gerbang Pemuda, tepatnya di sekitar gerbang masuk Kompleks Parlemen dan kompleks olahraga Gelora Bung Karno (GBK), sejak pukul 13.00 WIB.
Detail Orasi dan Tuntutan di Lapangan
Berdasarkan pantauan langsung di lokasi, para demonstran datang membawa berbagai atribut organisasi, termasuk bendera merah putih, bendera aliansi, serta sejumlah spanduk dan selebaran yang berisi poin-poin tuntutan.
Di tengah kondisi cuaca yang terik dan sempat mendung, massa mengantisipasi situasi dengan membawa payung dan jas hujan sembari bergantian melakukan orasi dari atas mobil komando (sound system). Adapun substansi utama yang disuarakan dalam aksi Harkitnas ini berfokus pada:
Evaluasi kritis terhadap kebijakan ekonomi nasional dan isu kesejahteraan sosial.
Penegakan supremasi hukum dan penguatan nilai-nilai demokrasi.
Desakan kepada pemangku kebijakan (eksekutif dan legislatif) untuk lebih berpihak pada hak-hak masyarakat kecil.
Pengamanan dan Antisipasi Aparat
Guna mengawal jalannya penyampaian aspirasi agar tetap kondusif, aparat kepolisian gabungan dari unsur TNI, Polri, dan Satpol PP telah disiagakan di titik-titik krusial. Pembatas beton (barrier) dan kawat berduri juga nampak dipasang di sepanjang gerbang utama Gedung DPR/MPR RI untuk membatasi ruang gerak massa agar tidak merangsek masuk ke dalam objek vital nasional.
Petugas kepolisian dari Satuan Lalu Lintas (Satlantas) juga disebar di beberapa persimpangan guna mengatur laju kendaraan dan mencegah terjadinya stagnasi total.
Dampak Sistemik dan Rekayasa Lalu Lintas
Akibat konsentrasi massa yang memakan sebagian besar badan jalan, kapasitas jalur kendaraan mengalami reduksi signifikan. Beberapa titik yang terdampak langsung antara lain:
Jalan Gerbang Pemuda (Kedua Arah): Arus kendaraan dari arah persimpangan Jalan Asia Afrika menuju Jalan Gatot Subroto mengalami penyempitan jalur (bottleneck), menyisakan hanya satu lajur yang dapat dilalui kendaraan roda dua dan roda empat.
Jalan Gatot Subroto (Depan Gedung DPR/MPR): Terjadi antrean kendaraan yang cukup panjang akibat berbaurnya arus dari arah Semanggi menuju Slipi dengan massa aksi yang melintas.
Akses Gerbang Tol Senayan: Mengalami kepadatan pada sirip-sirip jalan keluar (off-ramp) karena volume kendaraan yang melambat di jalur arteri.
Informasi Publik: Otoritas lalu lintas mengimbau kepada para komuter dan pengguna jalan yang hendak melintasi kawasan Palmerah, Gatot Subroto, dan Senayan untuk beralih ke rute alternatif (seperti Tol Dalam Kota atau jalur arteri via Kebayoran Baru/Blok M). Warga juga disarankan memanfaatkan moda transportasi umum berbasis rel seperti KRL Commuter Line (Stasiun Palmerah) atau MRT Jakarta guna menghindari keterlambatan perjalanan.
(Rls/M.Lukman)
