Faktara.my.id | Jakarta – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengecam promosi diduga minuman keras (miras) yang menggunakan tantangan hafalan Al-Quran di salah satu booth sponsor The Sounds Project. MUI menilai aksi tersebut merendahkan kesucian Al-Quran dan melanggar etika agama.
Ketua MUI Bidang Fatwa Prof KH Asrorun Niam Sholeh menegaskan aksi tersebut tidak dapat dibenarkan dari sisi agama, moral, maupun hukum.
Menurut Niam, Al-Quran merupakan Kalamullah yang suci. Membaca Al-Quran juga menjadi ibadah yang memiliki nilai tinggi.
Sebaliknya, minuman keras termasuk minuman yang haram dalam ajaran Islam. Karena itu, Niam menilai penggunaan hafalan Al-Quran sebagai syarat mendapatkan hadiah miras telah merendahkan martabat agama.
“Membuat gimik membaca Al-Quran dengan iming-iming hadiah minuman keras adalah bentuk perendahan kesucian Al-Quran,” kata Niam.
Ia meminta pihak yang terlibat bertanggung jawab atas tindakan tersebut.
Video Challenge Miras Viral di Media Sosial
Kasus tersebut mencuat setelah video dari salah satu booth sponsor The Sounds Project beredar di media sosial.
Dalam video itu, pengunjung mengikuti tantangan hafalan Surah Ad-Duha. Pengunjung yang berhasil mengikuti tantangan disebut mendapat imbalan berupa sebotol minuman yang diduga merupakan miras.
Aksi tersebut kemudian memicu kritik dari warganet. Mereka menilai promosi tersebut tidak memiliki etika karena mengaitkan ayat Al-Quran dengan produk minuman beralkohol.
The Sounds Project berlangsung selama tiga hari di Ancol, Jakarta Utara, pada 7-9 Agustus 2026. Insiden tersebut terjadi pada Minggu (9/8).
The Sounds Project Kecam Aksi Booth Sponsor
Penyelenggara The Sounds Project akhirnya memberikan pernyataan melalui akun Instagram resminya pada Selasa (11/8).
Pihak penyelenggara menyatakan menghormati seluruh agama dan keyakinan penonton. Mereka juga menegaskan tidak pernah membenarkan penggunaan agama sebagai bahan promosi.
The Sounds Project mengaku kecewa dan mengecam tindakan tersebut. Penyelenggara juga memastikan aksi itu berlangsung di luar arahan dan persetujuan mereka.
Untuk menindaklanjuti kasus tersebut, penyelenggara mengambil tiga langkah. Mereka menegur sponsor terkait, meminta identifikasi pihak yang terlibat, serta melakukan evaluasi internal agar kejadian serupa tidak terulang.
MC Booth Minta Maaf
Pemandu acara atau MC di booth yang menggelar tantangan tersebut juga menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.
Revnaldo Ega mengaku bertugas sebagai MC booth Newport pada Minggu (9/8). Ia menyebut kejadian tersebut sebagai aksi spontan audiens dan mengakui kelalaiannya dalam mengendalikan situasi.
Ega mengatakan insiden tersebut menjadi bahan evaluasi agar dirinya lebih sigap dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugas.
Hingga berita ini ditulis, pihak sponsor booth Newport belum memberikan pernyataan resmi terkait kejadian tersebut.
Kasus challenge hafalan Al-Quran berhadiah miras di The Sounds Project kini mendapat sorotan dari MUI dan publik. Penyelenggara telah mengecam tindakan tersebut serta meminta pihak terkait menyelesaikan persoalan dan memastikan kejadian serupa tidak kembali terjadi.
(Rls/Red)
